Minggu, 08 Juli 2018

Review Tentang Render

Halo para pembaca dimanapun kalian berada, kali ini penulis akan membahas tentang Rendering..
mungkin bagi para kalian yang sudah bergelut di bidang desain telah mengetahui apa itu rendering namun bagi kalangan lain mungkin belum mengetahui apa itu rendering.

        Kali ini  penulis akan menerangkan arti dari rendering, point point , hingga hasil rendering yang telah penulis buat.

Yo langsung aja cekidot

Rendering merupakan proses menghasilkan gambar dari modeling yang telah dibuat melalui program komputer. Sebenarnya tidak melulu harus menggunakan program komputer, rendering bisa juga menggunakan media 'nyata' seperti pensil, pensil warna, pulpen, cat warna dan alat tulis lainnya yang tidak kalah elok dengan menggunakan program komputer.

Namun, karena kemajuan teknologi sehingga teknik rendering pun semakin berkembang agar terlihat 'nyata' atau bahasa kerennya Realistic sehingga sesuatu yang belum tentu ada bisa dibayangkan 'seandainya' mereka nyata.

Rendering adalah istilah yang sudah familier dalam bidang desain grafis, khususnya arsitektur. Dulu tidak banyak yang menekuni bidang ini secara profesional, kebanyakan menganggapnya sebagai hobi. Seiring perkembangan zaman hobi tersebut mulai punah tergantikan menjadi hobi yang menghasilkan.


6 keypoints dalam rendering:

Camera View
Point Of View
Background
Material Texture
Light Setting
Geometri



REVIEW TENTANG RENDER BERDASAR POINT DIATAS :









1. Camera View
View Kamera yang digunakan adalah view pandangan mata manusia kearah samping kiri berjarak 10 meter dari bangunan, sehingga menurut saya setting camera view ini sudah baik bila dilihat dari mata manusia pun tidak terlalu mendongak ataupun terlalu menunduk.

2. Point Of View
Point of view ini sesungguhnya tidak jelas apa yang hendak ditonjolkan, karena saya berpikir yang penting tugas selesai hehe.. tapi setelah saya fikirkan kembali, yang hendak saya tonjolkan adalah desain pintu depannya, karena saya membuatnya sendiri, sangat sayang apabila tidak ditonjolkan, dan sepertinya.. cukup berhasil, pintunya terlihat dengan jelas tanpa ada pepohonan ataupun tanaman yang menghalangi.

3. Background
Backgroundnya menggunakan langit dengan sedikit awan sehingga tidak memecah fokus bangunan utama ditambah dengan warna bangunan yang agak menyolok. bila potongan bangunan lebih dirapihkan mungkin akan lebih baik

4. Material Texture
Penggunaan tekstur material yang kurang maksimal terlihat sangat jelas, sehingga hasil render tidak terlihat realistik, bisa dilihat dari refleksi kaca yang tidak jernih, kayu yang kurang natural hingga lantai batunya yang tidak terlalu bagus,  namun penggunaan tanaman sebagai 'upaya' menutupinya cukup memuaskan.

5. Light Setting
Penataan cahaya disini tidak terlalu diperhatikan karena mengambil scene siang, sehingga lebih mudah untuk mengatur intensitas cahaya, sehingga terlihat cukup baik

6. Geometri
Geometri disini berdasarkan peletakan objek pada gambar, keseimbangan objek gambar dengan sekitarnya. Mirip seperti golden ratio hanya ini berhubungan dengan peletakan gambar dan objek gambar. Geometri disini sepertinya agak kurang kesamping kiri gambar sedikit lagi.   


Mungkin masih banyak kekurangan yang saya publish dalam hasil render kali ini, jadi masih harus banyak belajar lagi hehe..

Sekian aja postingan rendering kali ini, semoga bermanfaat.

Terimakasih.








Senin, 30 April 2018

MY PORTOFOLIO



Hello setelah kemarin kita membahas tentang bagaimana cara membuat portofolio yang menarik nah pada kesempatan kali ini saya akan post tentang desain portofolio yang saya buat. Yo cekidot 


Portofolio CV




Portofolio komprehensif




Portofolio Project





Sekian Artikel yang saya buat semoga bisa membantu teman teman .. sayonara ....

Minggu, 01 April 2018

PORTOFOLIO






Bagaimana membuat desain portofolio yang menarik ?

Halo kembali lagi dengan saya kebetulan pembahasan kali ini akan membahas tentang suatu pendokumentasian, wait tapi pendokumentasian disini bukan pendokumentasian film tetapi kumpulan informasi didalam sebuah frame. yup apa kalau bukan portofolio, mungkin bagi sebagian kalangan yang bergulat di bidang desain, portofolio itu sudah tidak asing tetapi ada juga sebagian kalangan yang tidak tahu tentang apa itu portofolio. So kali ini saya akan membahas portofolio mulai dari pengertian, macam hingga peruntukannya.

Apa sih arti portofolio itu ?

Portofolio merupakan kumpulan dokumen dan tulisan yang tersusun secara rapi dan menarik. Jadi, portofolio merupakan laporan lengkap dari suatu dokumen dan hasil karya secara menyeluruh dari aktivitas seseorang yang dilakukan.Secara umum, portofolio merupakan kumpulan dari dokumen, kelompok, organisasi, perusahaan, lembaga, ataupun yang semisalnya. Bertujuan untuk mendokumentasikan suatu perkembangan dalam mencapai tujuan yang telah dicapai.


Jenis-jenis portofolio

a.Portofolio penampilan (show Portofolios)

Portofolio penampilan adalah bentuk yang digunakan evidence terbaik yang dikerjakan oleh peserta didik ataupun kelompok peserta didik. Portofolio bentuk ini dirancang untuk menunjukan evidence peserta didik yangterbaik dalam satu kompetensi dasar atau indikator pencapaian hasil belajar dalam kurun waktu tertentu. Portofolio penampilan sangat berguna untuk penilaian yang bergantung kepada seberapa tepat isi portofolio telah mengacu pada kompetensi dasar atau indikator pencapaian hasil belajar yang telah ditentukan dalam kurikulum.



contoh showcase portofolio (sumber)




b.Portofolio dokumentasi

Portofolio dokumentasi (documentary portofolios) adalah bentuk yang digunakan untuk koleksi evidence peserta didik yang khusus digunakan untuk penilaian dalam portofolio dokumentasi, hanya evidence peserta didik yang terbaik yang diseleksi yang akan diajukan dalam penilaian. Asesmen portofolio dokumentasi dalam portofolio kimia misalnya, tidak hanya berisi tentang hasil akhir laporan praktikum peserta didik, tetapi juga berbagai macam draf dan komentar peserta didik terhadap laporannya tersebut. Termasuk proses sampai dihasilkannya laporan praktikum tersebut.



contoh portofolio pendokumentasian (sumber)


c.portofolio proyek

Portofolio proyek adalah portofolio yang menjelaskan suatu proyek di dalam satu frame, mulai dari konsep, desain, hingga tampak



contoh portofolio proyek (sumber)


Informasi apa aja si yang ada di dalam portofolio

Setelah mengetahui pengertian dan jenis portofolio lalu apa aja sih informasi yang tertuang di dalam portofolio itu? yuk langsung simak aja penjelasan dibawah :

Sebelum membahas tentang informasi apa saja yang teruang dalam portofolio, saya akan  memberitahu kembali bahwa saya adalah seorang mahasiswa arsitektur, jadi saya akan membahas informasi yang tertuang dalam portofolio arsitektur. Mengenal arsitektur itu sendiri tidak lain dan tidak jauh adalah hal selalu menyangkut tentang desain dan identik dengan suatu proyek, maka informasi yang disajikan dalam portofolio itu sendiri juga tidak jauh dari segala hal yang menyangkut tentang desain dan proyek yang kita kerjakan.
Sebagai mahasiswa arsitektur juga kita harus giat membuat portofolio, dikarenakan akan sangat berguna pada saat kita akan mulai terjun ke dunia kerja nanti, betapa ribetnya kita apabila harus mendeskripsikan ulang dadakan pada saat kita akan melamar kerja, akan berapa banyak waktu yang kita buang untuk mendeskripsikan ulang karya yang telah kita buat. Maka disini sangat pentingnya kita mengetahui informasi apa saja yang tertuang dalam portofolio, berikut penjabarannya :

– Software skills- lebih kepada pemahaman tentang software, fungsi fungsi yang ada di dalam sebuah software, bisa di bilang objektifitas tentang sofware lah atau pengetahuan pengetahuan tentang fungsi tools yang ada di dalam interface sebuah software. Contohnya: Adobe photoshop, Adobe ilustrator, Autodesk autocad, Autodesk revit, Autodesk BIM, Autodesk ecotec , Autodesk 3ds max, mentalray, vray, google skecthup dll.

– Graphic skills- kalau pada point pertama tadi kita berbicara mengenai pengetahuan tools software maka pada poin kedua ini maksudnya lebih ke pada ilmunya, kepahaman tentang seluk beluk teknik menggambar, maping,membuat konsep diagram, hand sketching, pemahaman rendering, pengkomposisian, pemahaman 3d modeling, fotography dll.

– Technical understading- merujuk kepada pengetahuan teknis seperti, struktur, detail, mekanikal elektrikal, plumbing, lighting, material dan lainnya.

– Design interest- lebih kepada spesifikasi desain yang anda geluti misalnya, housing, masshousing, rumah sakit, hotel, resort, cafe and resto, green arsitektur, substainability,  kompetisi dan lain sebagainya.

– Others- yang lainnya semisal contoh desain anda yang telah terbangun, penghargaan award yang mungkin pernah anda terima, atau pekerjaan anda yang pernah di publikasikan di media seperti televisi dan surat kabar.




portofolio arsitektur (sumber)



Desain portofolio

Oke setelah kita membahas tentang informasi di atas lalu bagaimana sih cara mendesain portofolio yang memukau yah memukau kaya apa aja haha yuk langsung aja simak di bawah ini 

1.  Hanya Cantumkan Desain yang Anda Senangi

Tips satu ini mungkin terdengar sangat basic, tetapi ternyata masih banyak desainer grafis yang mencantumkan sebanyak mungkin hasil desainnya pada portfolio. Padahal, portfolio ideal biasanya memiliki 10-12 desain. Selektiflah dalam memilih desain. Jangan mencantumkan desain yang tidak Anda senangi sepenuhnya. Usahakan pula agar desain-desain yang Anda cantumkan tidak terlalu jadul. Namun, jika Anda tidak memiliki 10-12 contoh desain yang benar-benar kuat, jangan memaksakan diri. Apabila hanya memiliki lima desain, maka cantumkan saja kelima desain tersebut.

2. Tuliskan Sedikit Cerita di Balik Setiap Desain

Ingatlah bahwa orang-orang yang melihat portfolio Anda tidak begitu familiar dengan desain yang ada di dalamnya. Hanya karena sesuatu terlihat bagus, bukan berarti klien Anda tahu apa yang sedang dilihatnya. Untuk itu, sebaiknya Anda mencantumkan sedikit detail atau cerita di setiap desain yang Anda masukkan ke portfolio. Dengan begitu, klien Anda bisa mendapatkan insight tentang makna di balik desain-desain yang Anda ciptakan. Jangan lupa bahwa desain bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga proses yang terjadi di baliknya.

3. Tunjukkan Proses Pembuatan Desain

Apabila memungkinkan, jangan hanya menuliskan cerita di balik setiap desain dalam portfolio Anda. Tunjukkan pula bagaimana proses yang Anda lalui dalam membuat desain-desain tersebut. Tidak harus menunjukkan keseluruhan prosesnya, cantumkan saja beberapa foto atau screenshot berupa step-by-step. Atau mungkin Anda bisa menunjukkan sketsa dari pensil yang Anda gambar sebelum akhirnya diolah kembali dalam bentuk digital. Proses-proses ini bisa membantu menunjukkan kemampuan desain Anda secara lebih detail.

4. Sertakan Desain yang Anda Buat di Waktu Senggang

Demi menunjukkan bahwa Anda bisa bekerja sama dengan orang lain dan menghasilkan desain yang diharapkan, Anda pun mencantumkan desain-desain yang Anda buat untuk klien pada portfolio Anda. Tidak ada yang salah dengan hal tersebut, tetapi jangan lupa untuk mencantumkan desain-desain yang Anda buat berdasarkan kemauan sendiri. Melalui desain ini, calon klien bisa melihat bagaimana Anda mengekspresikan sisi kreativitas Anda dan passion apa yang Anda tekuni apabila tidak dibatasi oleh berbagai ketentuan dari klien.

5. Sesuaikan Portfolio dengan Perusahaan yang Dilamar

Hanya karena Anda harus memilih desain yang benar-benar Anda senangi dalam portfolio, bukan berarti Anda bisa mencantumkan desain yang sama untuk setiap klien. Sebelum bertemu dengan calon klien baru, selalu sesuaikan isi desain pada portfolio dengan kebutuhan bisnis klien tersebut. Misalnya, Anda sangat bangga dengan desain bertema fashion yang pernah dibuat, tetapi belum tentu klien Anda yang menggeluti bisnis kuliner merasa cocok dengan desain tersebut. Menyesuaikan portfolio dengan calon klien akan membuat portfolio Anda tampak lebih personal dan tepat sasaran.


Berikut merupakan berbagai macam desain portofolio 











___SEKIAN___


Sekian artikel kali ini yang dapat saya sampaikan, jadi portofolio merupakan kesimpulan data diri, kemampuan dan hasil karya kita yang di buat di dalam satu frame.
Untuk membuatnya mungkin sedikit agak rumit jika kita tidak mencoba. Sebagai generasi milenial kita harus mampu mengoperasikan software software desain agar tidak kudet hehehe :D



sumber :







Senin, 19 Maret 2018

Standarisasi Dalam Menggambar Teknik, Denah, Potongan, dan Tampak

A. Menggambar Teknik


Menggambar Teknik adalah alat atau alat untuk menyataka gagasan dan ide dengan bahasa teknik dengan tujuan sebagai pedoman/acuan saat pelaksanaan konstruksi

Output saat menggambar teknik melingkupi kelengkapan/detail (ketebalan, bahan, spesifikasi dll)


B. Denah 

Definisi denah adalah tampak atas bangunan terpotong secara horizontal setinggi 1m dari ketinggian 0.00m
Informasi dan notasi yang harus ada pada denah adalah :


  1. Nama ruang dan ketinggian lantai dalam satuan cm (yang disepakati)
  2. Notasi gambar potongan memanjang dan melintang
  3. Notasi struktur utama : horizontal menggunakan angka dan vertikal menggunakan huruf
  4. Arah bukaan pintu
  5. Arah naik atau turun tangga ( jika ada )
  6. Dimensi horizontal dan vertikal
  7. Judul gambar dan skala



C. Potongan

Definisi potongan adalah bangunan yang dipotong vertikal dari sisi tertentu.
Informasi dan notasi yang tertera pada potongan antara lain :


  1. Nama dan ketinggian ruangan yang terpotong
  2. Notasi struktur horizontal
  3. Dimensi vertikal berupa keterangan  ketinggian
  4. Nama – nama pada bangian struktur
  5. Ketinggian plafond (jika ada)
  6. Judul gambar dan skala



D. Tampak
Tampak merupakan wujud 2 dimensi yang terlihat dari luar bangunan 

  1.  Simbol arsitektural (kendaraan, pohon dll.)
  2. Warna dan bayangan
  3. Judul dan arah pengambaran (depan, belakang dan samping)





secara keseluruhan gambar yang disajikan oleh penulis masih belum normatif, penulis berharap agar kedepan bisa membuat gambar yang lebih baik agar pembaca dapat memahami gambar yang penulis buat. 

sumber informasi :