Portofolio merupakan kumpulan dokumen dan tulisan yang tersusun secara rapi dan menarik. Jadi, portofolio merupakan laporan lengkap dari suatu dokumen dan hasil karya secara menyeluruh dari aktivitas seseorang yang dilakukan.Secara umum, portofolio merupakan kumpulan dari dokumen, kelompok, organisasi, perusahaan, lembaga, ataupun yang semisalnya. Bertujuan untuk mendokumentasikan suatu perkembangan dalam mencapai tujuan yang telah dicapai.
Portofolio penampilan adalah bentuk yang digunakan evidence terbaik yang dikerjakan oleh peserta didik ataupun kelompok peserta didik. Portofolio bentuk ini dirancang untuk menunjukan evidence peserta didik yangterbaik dalam satu kompetensi dasar atau indikator pencapaian hasil belajar dalam kurun waktu tertentu. Portofolio penampilan sangat berguna untuk penilaian yang bergantung kepada seberapa tepat isi portofolio telah mengacu pada kompetensi dasar atau indikator pencapaian hasil belajar yang telah ditentukan dalam kurikulum.
Portofolio dokumentasi (documentary portofolios) adalah bentuk yang digunakan untuk koleksi evidence peserta didik yang khusus digunakan untuk penilaian dalam portofolio dokumentasi, hanya evidence peserta didik yang terbaik yang diseleksi yang akan diajukan dalam penilaian. Asesmen portofolio dokumentasi dalam portofolio kimia misalnya, tidak hanya berisi tentang hasil akhir laporan praktikum peserta didik, tetapi juga berbagai macam draf dan komentar peserta didik terhadap laporannya tersebut. Termasuk proses sampai dihasilkannya laporan praktikum tersebut.
Portofolio proyek adalah portofolio yang menjelaskan suatu proyek di dalam satu frame, mulai dari konsep, desain, hingga tampak
contoh portofolio proyek (sumber)
Informasi apa aja si yang ada di dalam portofolio
Setelah mengetahui pengertian dan jenis portofolio lalu apa aja sih informasi yang tertuang di dalam portofolio itu? yuk langsung simak aja penjelasan dibawah :
Sebelum membahas tentang informasi apa saja yang teruang
dalam portofolio, saya akan memberitahu
kembali bahwa saya adalah seorang mahasiswa arsitektur, jadi saya akan membahas
informasi yang tertuang dalam portofolio arsitektur. Mengenal arsitektur itu sendiri
tidak lain dan tidak jauh adalah hal selalu menyangkut tentang desain dan
identik dengan suatu proyek, maka informasi yang disajikan dalam portofolio itu
sendiri juga tidak jauh dari segala hal yang menyangkut tentang desain dan
proyek yang kita kerjakan.
Sebagai mahasiswa arsitektur juga kita harus giat membuat
portofolio, dikarenakan akan sangat berguna pada saat kita akan mulai terjun ke
dunia kerja nanti, betapa ribetnya kita apabila harus mendeskripsikan ulang
dadakan pada saat kita akan melamar kerja, akan berapa banyak waktu yang kita
buang untuk mendeskripsikan ulang karya yang telah kita buat. Maka disini
sangat pentingnya kita mengetahui informasi apa saja yang tertuang dalam
portofolio, berikut penjabarannya :
– Software skills- lebih kepada pemahaman tentang software,
fungsi fungsi yang ada di dalam sebuah software, bisa di bilang objektifitas
tentang sofware lah atau pengetahuan pengetahuan tentang fungsi tools yang ada
di dalam interface sebuah software. Contohnya: Adobe photoshop, Adobe ilustrator,
Autodesk autocad, Autodesk revit, Autodesk BIM, Autodesk ecotec , Autodesk 3ds
max, mentalray, vray, google skecthup dll.
– Graphic skills- kalau pada point pertama tadi kita
berbicara mengenai pengetahuan tools software maka pada poin kedua ini maksudnya
lebih ke pada ilmunya, kepahaman tentang seluk beluk teknik menggambar,
maping,membuat konsep diagram, hand sketching, pemahaman rendering,
pengkomposisian, pemahaman 3d modeling, fotography dll.
– Technical understading- merujuk kepada pengetahuan teknis
seperti, struktur, detail, mekanikal elektrikal, plumbing, lighting, material
dan lainnya.
– Design interest- lebih kepada spesifikasi desain yang anda
geluti misalnya, housing, masshousing, rumah sakit, hotel, resort, cafe and
resto, green arsitektur, substainability,
kompetisi dan lain sebagainya.
– Others- yang lainnya semisal contoh desain anda yang telah
terbangun, penghargaan award yang mungkin pernah anda terima, atau pekerjaan
anda yang pernah di publikasikan di media seperti televisi dan surat kabar.

portofolio arsitektur (sumber)
Desain portofolio
Oke setelah kita membahas tentang informasi di atas lalu bagaimana sih cara mendesain portofolio yang memukau yah memukau kaya apa aja haha yuk langsung aja simak di bawah ini
1. Hanya Cantumkan
Desain yang Anda Senangi
Tips satu ini mungkin terdengar sangat basic, tetapi
ternyata masih banyak desainer grafis yang mencantumkan sebanyak mungkin hasil
desainnya pada portfolio. Padahal, portfolio ideal biasanya memiliki 10-12
desain. Selektiflah dalam memilih desain. Jangan mencantumkan desain yang tidak
Anda senangi sepenuhnya. Usahakan pula agar desain-desain yang Anda cantumkan
tidak terlalu jadul. Namun, jika Anda tidak memiliki 10-12 contoh desain yang
benar-benar kuat, jangan memaksakan diri. Apabila hanya memiliki lima desain,
maka cantumkan saja kelima desain tersebut.
2. Tuliskan Sedikit Cerita di Balik Setiap Desain
Ingatlah bahwa orang-orang yang melihat portfolio Anda tidak
begitu familiar dengan desain yang ada di dalamnya. Hanya karena sesuatu
terlihat bagus, bukan berarti klien Anda tahu apa yang sedang dilihatnya. Untuk
itu, sebaiknya Anda mencantumkan sedikit detail atau cerita di setiap desain
yang Anda masukkan ke portfolio. Dengan begitu, klien Anda bisa mendapatkan
insight tentang makna di balik desain-desain yang Anda ciptakan. Jangan lupa
bahwa desain bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga proses yang terjadi
di baliknya.
3. Tunjukkan Proses Pembuatan Desain
Apabila memungkinkan, jangan hanya menuliskan cerita di
balik setiap desain dalam portfolio Anda. Tunjukkan pula bagaimana proses yang
Anda lalui dalam membuat desain-desain tersebut. Tidak harus menunjukkan
keseluruhan prosesnya, cantumkan saja beberapa foto atau screenshot berupa
step-by-step. Atau mungkin Anda bisa menunjukkan sketsa dari pensil yang Anda
gambar sebelum akhirnya diolah kembali dalam bentuk digital. Proses-proses ini
bisa membantu menunjukkan kemampuan desain Anda secara lebih detail.
4. Sertakan Desain yang Anda Buat di Waktu Senggang
Demi menunjukkan bahwa Anda bisa bekerja sama dengan orang
lain dan menghasilkan desain yang diharapkan, Anda pun mencantumkan
desain-desain yang Anda buat untuk klien pada portfolio Anda. Tidak ada yang
salah dengan hal tersebut, tetapi jangan lupa untuk mencantumkan desain-desain
yang Anda buat berdasarkan kemauan sendiri. Melalui desain ini, calon klien
bisa melihat bagaimana Anda mengekspresikan sisi kreativitas Anda dan passion
apa yang Anda tekuni apabila tidak dibatasi oleh berbagai ketentuan dari klien.
5. Sesuaikan Portfolio dengan Perusahaan yang Dilamar
Hanya karena Anda harus memilih desain yang benar-benar Anda
senangi dalam portfolio, bukan berarti Anda bisa mencantumkan desain yang sama
untuk setiap klien. Sebelum bertemu dengan calon klien baru, selalu sesuaikan
isi desain pada portfolio dengan kebutuhan bisnis klien tersebut. Misalnya,
Anda sangat bangga dengan desain bertema fashion yang pernah dibuat, tetapi
belum tentu klien Anda yang menggeluti bisnis kuliner merasa cocok dengan
desain tersebut. Menyesuaikan portfolio dengan calon klien akan membuat
portfolio Anda tampak lebih personal dan tepat sasaran.
Berikut merupakan berbagai macam desain portofolio
Sekian artikel kali ini yang dapat saya sampaikan, jadi portofolio merupakan kesimpulan data diri, kemampuan dan hasil karya kita yang di buat di dalam satu frame.
Untuk membuatnya mungkin sedikit agak rumit jika kita tidak mencoba. Sebagai generasi milenial kita harus mampu mengoperasikan software software desain agar tidak kudet hehehe :D
sumber :